Dia anak dari sang fajar mewarisi sifat keras ayahnya
Terlahir dari buah kesombongan Ayahnya apakah dia
patut dibenci..
Sekali lagi, apakah dia pantas kalian benci..
Tahukah kalian jika aku juga ikut menderita di alam
yang lain ini
Anak itu ditakdirkan untuk tidak menjadi seorang
pengiba hati, oleh karena itu semakin besarlah kesusahan dunia ini merengggut bahagia
dirinya
Bantulah Dia..
Sekali lagi, Aku mohon bantulah dia
Setiap malam kurasakan jeritan minta tolong dalam
tangisnya..
Ingin aku mengusap rambutnya seperti dulu..
Setiap jeritan tangisnya, seribu kali kuraskan
berkali lipat sakitnya
Dan setiap kunikmati kiriman doa-doa darinya
Kurasakan pula ada kesakitan teramat pedih dalam
lantunan Alfatihahnya
Anak itu adalah bayanganku sendiri hingga sakit yang
ia rasakan adalah sakit yang aku rasakan pula
Tapi apakah dosa-dosaku dan khilaf-khilafku adalah
dosa dan khilafnya juga?
Apakah kehancuran hidupnya adalah puisi terindah
yang wajib kalian nikmati?
Jangan maafkan Aku, tapi aku mohon kalian maafkanlah
dia, tolonglah dia
Sekali lagi, Aku mohon tolonglah Dia
Tolonglah Dia…

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus