Kamis, 30 Oktober 2014

Tolong


Dia anak dari sang fajar mewarisi sifat keras ayahnya
Terlahir dari buah kesombongan Ayahnya apakah dia patut dibenci..
Sekali lagi, apakah dia pantas kalian benci..

Dia ditakdirkan hidup untuk menderita..
Tahukah kalian jika aku juga ikut menderita di alam yang lain ini
Anak itu ditakdirkan untuk tidak menjadi seorang pengiba hati, oleh karena itu semakin besarlah kesusahan dunia ini merengggut bahagia dirinya
Bantulah Dia..
Sekali lagi, Aku mohon bantulah dia

Setiap malam kurasakan jeritan minta tolong dalam tangisnya..
Ingin aku mengusap rambutnya seperti dulu..
Setiap jeritan tangisnya, seribu kali kuraskan berkali lipat sakitnya
Dan setiap kunikmati kiriman doa-doa darinya
Kurasakan pula ada kesakitan teramat pedih dalam lantunan Alfatihahnya

Anak itu adalah bayanganku sendiri hingga sakit yang ia rasakan adalah sakit yang aku rasakan pula
Tapi apakah dosa-dosaku dan khilaf-khilafku adalah dosa dan khilafnya juga?
Apakah kehancuran hidupnya adalah puisi terindah yang wajib kalian nikmati?
Jangan maafkan Aku, tapi aku mohon kalian maafkanlah dia, tolonglah dia
Sekali lagi, Aku mohon tolonglah Dia
Tolonglah Dia…

1 komentar: